Jumat, 12 Februari 2016

Sabar, Jangan Dendam!

Bismillah...

Beberapa hari lalu aku bermasalah dengan seseorang. Kalau ditimbang-timbang, itu masalah sepele. Hanya karena salah faham dan kurangnya komunikasi saja. Tapi berujung dendam. Lelah juga menghadapi orang yang terlalu baper atau bawa perasaan. Menjalar kemana-mana cuy!

Kalau bapernya positif sih nggak masalah, malah bagus untuk melatih empati terhadap sesama dan lebih peka. Tapi kalau bapernya tersinggungan, atau malah marah-marah? Waaahhh ini yang bahaya.


Sabar, jangan dendam, sabarlah jangan dendam, bersabarlah, balas dendam, cerita tentang dendam, emak-emak blogger, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com
Sumber: google image

Apakah kamu juga pernah bermasalah dengan seseorang? Pasti pernah kan? Aku yakin hal ini terjadi pada semua orang. Namun yang menjadi pembeda adalah intensitasnya. Sering atau jarang. Semoga kita termasuk yang jarang berselisih, ya...

Perselisihan sering kali berujung pada permusuhan, hingga meninggalkan sebuah kebencian, bahkan dendam yang sulit dibersihkan. Entah itu masalah dengan teman, patner kerja, atau keluarga. Entah itu hanya berselisih pendapat atau masalah kesensitifan. Bahasa bekennya baper alias bawa perasaan.

Marah sebenarnya wajar. Karena ekspresi yang natural lahir dari  jiwa seseorang. Nah, perwujudannya itu yang berbeda-beda. Ada yang pintar mengendalikan atau dibiarkan saja tumpah tanpa filternya. Itu semua tergantung kondisi masing-masing. Semakin rohaninya bagus, semakin bagus pula pengendalian dirinya. 

Nah jika marah berkembang menjadi rasa ingin membalas, maka itulah yang dikenal dengan balas dendam. Menurut kitabku, Alquran dan hadits pun, balas dendam termasuk penyakit hati yang tidak boleh dikembang-biakkan.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan  untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran : 133-134) 

Perilaku dendam akan merugikan diri sendiri atau orang lain, selain dibenci oleh masyarakat, hal ini juga sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Sabda Nabi SAW: “Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh  dendam.” (HR. Bukhari) 
Well, ada beberapa tips menghindari dendam. Apa saja yaaa...

Pertama, serahkan semuanya kepada Sang Pemilik Hati. Ingat, bahwa skenario hidup sudah ditulis dengan sebaik-baiknya. Semuanya yang ada di dunia ini milikNya, dan akan kembali lagi padaNya.

Kedua, intropeksi diri dan berdzikirlah. Insya Allah ini adalah obat yang paling mujarab. Sambil mengingat dosa yang sudah kita lakukan. Bukankah apa yang terjadi itu cerminan diri? 

Ketiga, fokus dengan tujuan hidup. Jangan sampai hanya gara-gara rasa dendam, masa depan kita berantakan. Toh sikap tercela itu tidak bisa mengubah masa lalu kan?

Keempat, jangan mengorbankan orang lain. Ini nih yang bikin gregetan, dendamnya sama siapa tapi marahnya jadi kemana-mana. Misal, si Debi dendam sama pak Joni. Tapi Debi ini malah memusuhi semua keluarga pak Joni. Kasihan juga yang nggak bersalah kena imbasnya. Duh, Debi Debi...

Kelima, maafkan. Ya, sifat terpuji ini yang paling Allah sukai. Ikhlaskan semuanya, bersabarlah dengan apa yang sudah terjadi. Insya Allah pahala akan mengalir deras.

Yuk, kita sama-sama agar dendam tidak berlabuh di hati kita. Ingat, bahwa penyakit ini hanya akan membuat jiwa menjadi hina. Hanya dengan bersabar, kita bisa mengalahkan emosi jiwa. Bahkan kita akan raih derajat yang mulia. 


2 komentar:

  1. Betul mba ella, perasaan mcam itu sering muncul

    BalasHapus
  2. Betul mba ella, perasaan mcam itu sering muncul

    BalasHapus