Jumat, 26 Februari 2016

Kunci Bahagia Menjadi Full Time Mom

Bismillah...

Full time mom atau ibu rumah tangga sudah menjadi pilihanku sejak lama. Ketika proses ikrar suci dua tahun lalu, aku memang sudah memutuskan untuk berhenti berkerja. Alasannya hanya karena cita-cita. Ya, dari dulu aku tidak muluk-muluk jadi wanita karir yang sibuk mengejar obsesinya. Atau bahkan, hanya karena sayang dengan gelar yang sudah berjejer di belakang namanya. Aku hanya ingin meraih nilai tertinggi di depan suami tercinta.

Opss, kali ini aku bukan ingin membahas tentang pro kontranya, antara full time mom dan working mom. Tidak. Karena kita sadar, dua posisi ini adalah pilihan. Yang namanya pilihan tentu sudah sepaket dengan segala resiko yang datang. Dua-duanya sama-sama berjuang demi kehidupan. Bersama membina keluarga sesuai dengan kesepakatan. Yang penting berbahagialah dengan apa yang menjadi keputusan.

Tapi bagaimana jika ada full time mom sepertiku, yang sering jenuh? Stress karena tidak ada kegiatan? Sulit mencapai kebahgiaan? Atau penat dengan kerjaan yang masih berantakan? 

Uwow, itu dilarang terjadi, Mom! Emak-emak harus bahagia terus. Apalagi ada anak yang harus diurus. Mereka butuh ibu yang semangatnya always ON. 


Kunci Bahagia Menjadi Full Time Mom, menghindari stress menjadi ibu rumah tangga, tips agar bahagia dunia kahirat, emak-emak blogger, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com


Oke, ada lima kunci supaya emak-emak full time bahagia terus. Ini hanya berdasarkan pengalaman. Kalau ingin menambahkan, silakan isi di kolom komentar. Atau ada yang tidak sesuai, silakan untuk memberikan saran. Tapi lewat pesan pribadi aja ya, hehehe.

Pertama, stop membandingkan suami dan anak-anak dengan keluarga lain. Kan sudah familiar pepatahnya, rumput tetangga selalu lebih hijau, cuy. Suami orang lain pasti keliahatan sempurna, anak-anak orang lain pasti kelihatan lebih menggemaskan. 

Tapi percaya deh, suami dan anak-anak yang mendampingi kita sekarang, adalah anugerah terindah yang Allah berikan. Mereka orang-orang terbaik yang Dia kirimkan. 

Kedua, jangan menonton sinetron atau telenovela. Kalau ingin menonton televisi, pilihlah tayangan yang memotivasi. Karena perlu disadari, bahwa tayangan seperti itu hanya akan merusak idealisme kita sebagai emak-emak. 

Ketiga, bergabunglah dengan komunitas yang punya hobi sama. Hobi masak, blogging, menjahit, bikin kue dan banyak lagi yang lainnya. Insya Allah, kalau kita bergabung dengan mereka, otomatis akan mendapatkan suntikan energi positif setiap hari. Tapi jangan hanya jadi silent reader saja, Mom. Ikutlah berdiskusi. Tidak usah sungkan untuk berbagi.

Misalnya aku nih, di grup whatsapp ada beberapa yang selalu memotivasi. Ada Shalihah Motherhood, membernya emak-emak kece semua. *ciyeee. Emak-emak muda yang sama-sama ingin berjuang mencapai kebahagiaan dunia akhirat. 

Setiap hari selalu saja ada bahasan menarik. Seputar anak dan tetek bengeknya. Terima kasih, Mbak Mega Dewana Putri, sudah diizinkan nyemplung ke grup terkece itu. *colek foundernya.

Selain itu ada juga grup emak-emak yang doyan ngeblog dan berburu kontes atau giveaway. Siapa lagi kalau bukan Asinan Blogger. *Uhuk! Emak-emak luar biasa yang nggak pernah berhenti memotivasi. 

Grup blogger lainnya ada ODOP. Ya, One Day One Post. Grup ini nggak kalah kerennya loh, membernya mirip permen nano-nano. Beragam. Tiap hari kerjaannya ya, posting blog. Namanya juga ODOP. Dan masih banyak lagi grup-grup cakep lainnya yang selalu memberikan inspirasi. Kebanyakan kalau diuraikan semua. *gayanya minta dijewer. AMPUN dah!

Keempat, belajar dan belajar. Yes, emak-emak full time harus banyak belajar. Medianya bebas. Bisa di mana saja. Misalnya, membaca buku atau ebook pengetahuan. Stalking blog yang keren-keren. Ikut seminar-seminar parenting. Atau masih banyak lagi yang bisa dikerjakan. Yang penting tidak mengganggu tugas harian.

Kelima, yuhuuuu... Ini kunci yang paling ampuh sejagat raya. Bersyukur dan sabar. Ya, dengan bersyukur Insya Allah kita akan selalu meraih kebahagiaan. Emak-emak harus perbanyak sifat yang satu ini. Kalau bisa banyakin stoknya, *dikira barang dagangan, apa. 

Banyak sekali di luar sana yang nasibnya jauh di bawah kita. Jadi, jangan selalu mengutuk diri sendiri, ya. Itu hanya akan menghambat kebahagiaan datang saja. Jangan lupa stok sabarnya juga, hadapi semua dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. *ciyeeee. Cukup itu saja! 

15 komentar:

  1. Memberi inspirasi utk saya yg masih radikal nih, hahaha

    BalasHapus
  2. Nggak nyangka.. Mbak Ana sama Kang Sae kmn2 berdua aja yaaa.. Sampai di komen ini jugaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Husss... jangan bikin isu ihh... nanti masuk infotaimen lagi

      Hapus
    2. Iya nih, ehem ehem aja deh ....

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Wah ... terimakasih banyak, Mbak, untuk sharing-nya. Jadi semangat lagi. Eh iya, Mbak, salam kenal, ya. Saya juga FLP-ers, dari Sulsel. Berkunjung ke rumah saya yuk, Mbak. www.dikpalathifah.blogspot.co.id :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga, Mak Dikpa. Wah FLP Sulsel. Kalau tidak salah menebak, kita jumpa di grup emak2 Blogger ya? Eh apa Blogger Permpuan ya? Maafkan jika salah. Maklum belum online di PC Lagi..

      insya Allah saya akan berkunjung ke rumah mayanya Mak Dikpa..

      makasih sudah mampir ke sini.

      Hapus
  5. Ahhhh...pengen gabung di grup salihah motherhood..hheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget Mbak Sabrina, ntar lanjut via WA aja ya.. ta usulkan add ke grup sama adminnya..

      Hapus
  6. Wah inspiratif sekali mbak...buat belajar aku nih nanti kalo udah jd istri, banyak sabar dan ikhlas ya mbak, hehee...salam kenal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mbak Murni. Namanya bagus, MURNI. terima kasih sudah berkunjung..

      Iya, banyakin stok sabar dan ikhlas dari sekarang. Hehe

      Hapus
  7. Intinya harus tetep semangat menjalani hidup :D hehe semangat dan ikhlas insha Allah barokah hhehe

    BalasHapus