Jumat, 05 Februari 2016

Review Film KMGP: REMPONG INI DEMI MAS GAGAH

http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie

Akhirnya, aku memutuskan akan menonton film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) sendirian! Dari pada nggak jadi gara-gara nunggu suami yang jadwalnya nggak pasti, lebih baik nonton seorang diri. Sebenarnya sudah jauh-jauh hari, bahkan ketika film ini masih dalam tahap penggalangan dana, aku sudah berencana, bertekad dalam hati akan menontonnya.

Itu adalah tekadku. Pertama, sebagai anggota FLP (Forum Lingkar Pena) yang baik, maka aku harus mendukung film ini dengan membantu dana dan menyaksikannya. Kedua, sebagai ibu dari seorang anak, yang merindukan film berkualitas dan sarat makna, maka mau tidak mau aku harus menonton filmnya. Sebagai bentuk dukungan yang nyata.

Aku masih ingat, itu adalah hari Minggu, tanggal 26 Oktober 2014, saat FLP Jakarta Raya mengadakan pengajian sastra road to Bogor. Kebetulan aku termasuk panitia di dalamnya. Di akhir acara, ada sesi deklarasi dukungan FLP untuk film KMGP. Nah, dari situlah aku mulai bersemangat menanti tayangnya film dari cerpen hebat ini.

http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie
Saat deklarasi dukungan FLP untuk film KMGP

Ingin sekali menyaksikan film ini rombongan, bareng suami dan anggota keluarga lainnya. Namun segala rencana sudah kami susun agar bisa menonton bersama, tapi belum juga menemukan waktu yang cocok. Aku pribadi ingin nonton di weekdays. Maklum, sebagai emak-emak aku harus menghemat pengeluaran seminim mungkin, agar pendapatan suami bulan ini tidak kebobolan. Tapi, Mas Gagah sudah jadi anggaran wajib yang harus ditunaikan. Berapa pun yang harus dikeluarkan, pasti akan sebanding dengan film yang disajikan. 

Suamiku hanya bisa weekend, karena dari Senin hingga Jumat ia harus bekerja. Bahkan akhir-akhir ini di hari libur pun kegiatannya selalu penuh juga. Sedangkan aku ingin menonton segera, karena tidak sabar ingin menyaksikan kisah Mas Gagah dan Gita. Selain itu, agar aku bisa ikut lomba review filmnya. 

Alhamdulillah, setelah rumpi sana-sini di beberapa grup whatsapp, akhirnya aku menemukan teman yang juga ingin menonton. Namanya Erna, salah satu anggota FLP Bekasi sekaligus member dari Asinan Blogger, sebuah komunitas yang menyatukan blogger-blogger se-Bogor. Maka bersepakatlah kami untuk menyaksikan film ini di hari Senin tanggal 1 Februari 2016. Lumayan, jadi ada teman dan tidak sendirian.

Hari Senin. Aku sudah bersemangat sejak pagi hari, menyiapkan sarapan untuk suami lebih pagi, menyetrika baju kerjanya sebelum pergi, dan segera menyiapkan segala keperluan untuk nanti. Bagaimana pun, ini adalah pertama kalinya aku menonton bioskop bersama bang Alif, si kecil yang masih berusia sepuluh bulan. Sehingga semua kebutuhan harus dipersiapkan. Seperti bekal makanan, air minum, baju ganti dan popok, serta beberapa mainan.

Aku dan Erna janjian bertemu di mushola dekat bioskop. Dalam perjalanan, aku sudah merasa menjadi emak-emak paling rempong sedunia. Bang Alif kugendong di depan, tangan kiri membawa tas perlengkapan, sedangkan tangan kanan menjinjing beberapa paket buku yang harus dikirimkan. Repot kan? Tapi ketika bertemu dengan Erna, aku baru tahu bahwa apa yang kubawa masih tak seberapa dibandingkan dirinya.

Lihat saja, Erna membawa tas beserta dua balitanya. Jauh lebih riweuh dibandingkan apa yang kuderita.

“Ini semua demi Mas Gagah, La!” katanya, ketika aku berkomentar betapa repotnya ia.

Kami mengobrol sejenak, bertanya kabar, dan saling berkenalan lebih dekat. Maklum, selama ini kami hanya berinteraksi di grup whatsapp, tidak pernah bertemu sekalipun.

“Sepertinya lebih baik kita shalat dulu deh,” katanya mengingatkan.

Aku menyetujuinya. Karena bagaimanapun, shalat tetap harus diutamakan.

Selesai shalat, aku melirik jam yang tergantung di dinding mushola, dan mendapati bahwa waktu sudah menujukkan pukul 12.40 WIB. Itu sudah lewat sepuluh menit dari jam tayang pertama.

“Bagaimana, Mbak, kita nunggu sampai film di dalam selesai?”

Ia menggeleng, tidak setuju. Karena jika menunggu lebih lama, ditakutkan tiga balita yang kami bawa ini tidak betah dan rewel. Baiklah, telat-telat sedikit sepertinya tak masalah.

“Ini demi Mas Gagah, La. Terlambat tak mengapa! Kita beli saja tiket yang jam 12.30 WIB." –itu berarti filmnya sudah diputar di dalam dan kami berdua yang rempong ini masih di antrian hendak membeli tiket-

Saat kami masuk ke bioskop, film sudah berjalan sekitar dua puluh menit. Ahh, sayang sekali, kami tidak melihat tayangan Mas Gagah di Ternate. Padahal, ketika menyaksikan trailer resminya di internet, itu adalah adegan yang seru dan seharusnya sayang dilewatkan. Tapi mau bagaimana lagi.


http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie
Bang Alif dengan wajah ngantuk. Umminya malah fotoin tiket. Hehehe


Di kursi penonton, Bang Alif tidak mau anteng. Ada-ada saja tingkahnya. Mulai dari meronta-ronta ketika kupaksa duduk di pangkuanku, meminta turun dan ingin merangkak kemana-mana, hingga menjambak rambut salah satu penonton yang ada di depan kursiku. Duh, malu sekali rasanya. Aku menundukkan kepala sambil berkata maaf.

“Ini semua demi kamu, Mas Gagah!”

Selanjutnya, sambil sesekali mengawasi bang Alif agar tidak mengganggu ketenangan penonton yang lain, aku tetap menikmati sajian yang diberikan oleh layar lebar di depanku. Menyaksikannya, aku teringat tentang bagaimana Sunan Kalijaga mendakwahkan Islam di tanah Jawa: melalui kesenian!

Sunan Kalijaga mengerti bahwa masyarakat Jawa kala itu suka sekali dengan musik gamelan. Hampir di setiap acara dan hari-hari besar, mereka menabuh gendang, berdendang, dan bergoyang. Kebiasaan ini seperti sudah mendarah daging dan susah sekali dipisahkan. Beruntunglah Sunan Kalijaga jeli, bisa melihat bahwa itu adalah sebuah celah yang bisa digunakan untuk masuk ke dalam dan memberikan warna Islam. Sunan Kalijaga kreatif dan inovatif. Berdakwah sesuai masanya.

Begitupun film ini, KMGP. Ini adalah sebuah film dakwah yang seharusnya digalakkan: diproduksi lebih banyak dan disebar luaskan. Film KMGP bercerita tentang hubungan kakak adik yang harmonis. Gita Ayu Pratiwi (Aquino Umar) dan Mas Gagah (Hamas Syahid). Awalnya, Mas Gagah adalah seorang model yang banyak digandrungi perempuan. Bagaimana tidak? Ia tampan, karirnya mentereng, dan pintar. Sebuah kombinasi yang luar biasa hebat pada diri seorang manusia.

Tapi setelah ia pulang dari Ternate dan bertemu dengan Kiyai Ghufron, semuanya berubah. Mas Gagah meninggalkan dunia modeling. Tidak lagi ikut nongkrong-nongkrong di cafe. Jika sebelumnya ia selalu mengenakan pakaian paling trendy dan branded, sekarang malah selalu baju koko kemana-mana. Tidak hanya itu, Mas Gagah juga menjadi lebih dermawan. Suka membantu orang lain dalam banyak hal, semisal mengajar ngaji teman-temannya yang belum bisa membaca Al Quran, membantu anak yatim, hingga mendirikan sebuah rumah singgah sederhana yang ia beri nama Rumah Cinta.


http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie, review film KMGP
Hamas Syahid sebagai Mas Gagah. Sumber: http://www.kmgpthemovie.com/

Gita merasa Mas Gagah bukan kakaknya yang dulu lagi. Bahkan sekarang, Mas Gagah sering menasihati dirinya tentang banyak hal, tentang Islam.

Gita merasa jengah, kesal karena selalu saja salah di depan Mas Gagahnya. Karena hal inilah maka kemudian, Gita memutuskan untuk tidak lagi mau diantar jemput oleh Mas Gagah ke sekolah. Ia lebih memilih untuk naik bus kota saja. Dengan demikian, maka ia bisa sedikit menjauh dari ceramahnya Mas Gagah.

Malangnya, hidup kadang memang sering tak sesuai harapan. Bukannya tenang, Gita malah kemudian dipertemukan dengan Yudi (Masaji). Ia adalah jenis lelaki yang punya mental baja. Bayangkan saja, hampir setiap pagi, dengan baju kotak-kotaknya yang khas, ia berdiri di tengah bus kota dan memberikan tausiyah agama.


http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie, review film KMGP
Masaji Wijayanto sebagai Yudi. Sumber: http://www.kmgpthemovie.com/

Aku suka sekali dengan tokoh Gita, Aquino Umar totalitas sekali dalam memerankannya. Mimik wajahnya bikin gemes. Ia sangat energik, tomboy, dan ceplas-ceplos. Benar-benar sesuai dengan tokoh Gita dalam cerpen aslinya. Karakternya kuat. Ah, semoga saja bisa bertemu dengannya kelak.


http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie, review film KMGP
Aquino Umar sebagai Gita. Sumber: http://www.kmgpthemovie.com/

Ada adegan yang paling mengharukan, hampir saja butiran di kelompak mataku jatuh. Saat Wulan Guritno yang berperan sebagai Ibunya Mas Gagah, berkunjung ke Rumah Cinta. Ia mendapat hadiah sebuah jilbab sederhana dari seorang ibu tua.

Cerita ini sudah melegenda. Mas Gagah adalah tokoh ideal dalam cerpen Ketika Mas Gagah Pergi karya bunda Helvi Tiana Rosa. Beliau memperjuangkan KMGP ini agar sesuai dengan karya yang ditulisnya. Dimodali secara patungan, bahkan keuntungannya lebih dari 50% disalurkan untuk dana kemanusiaan. Bunda Helvi tidak ingin film ini kehilangan ruhnya, jika dibuat secara komersil dan digarap oleh tangan yang tidak bertanggung jawab.

Sebelum tayang, aku sering membuka akun instagram KMGP. Di sana banyak info-info menarik. Salah satunya ada beberapa fakta unik film KMGP, simak nih:


http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie
Sumber: IG @kmgpthemovie
http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie
Sumber: IG @kmgpthemovie

http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie
Sumber: IG @kmgpthemovie

http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie
Sumber: IG @kmgpthemovie


Tidak kalah menarik, film KMGP didukung banyak artis ternama. Diantaranya yang ikut main adalah ada Virzha Idol, Joshua, Irfan Hakim, Sireen Sungkar, Mathias Muchus, Epi Kusnandar, Wulan Guritno dan Masih banyak lagi. Aku tidak hapal semua.

Pengambilan gambar yang dilakukan oleh IndoBroadcast Production dalam film ini sangat elegan. Aku benar-benar tidak menyesal telah menontonnya. Yah, walaupun sebelum berangkat, ketika dalam perjalanan, dan saat di gedung bioskop aku harus jadi emak-emak rempong, tapi semuanya terbayar lunas, beserta bonus-bonusnya malah.

Nah, buat teman-teman yang belum menonton film ini, tidak ada salahnya menyempatkan waktu di akhir pekan nanti. Kebetulan ada libur tiga hari. Boyong semua keluarga,teman-teman, atau siapa saja. Tonton film ini segera, ya!

“Tapi, Mbak Ella, kalau bawa semua keluarga, ntar rempong dong?”
“Nggak apa-apa, toh rempong ini juga demi Mas Gagah!”


http://kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, film ketika mas gagah pergi, review film KMGP, forum lingkar pena, mas gagah, lomba review film mas gagah, ketika mas gagah pergi, KMGP the movie


38 komentar:

  1. Nggak kebayang tuh rempongnya..

    BalasHapus
  2. Nggak kebayang tuh rempongnya..

    BalasHapus
  3. Semoga bisa ikut nonton, masa kalah sama ibu-ibu rempong hehehe, sinopsisnya bikin penasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ayo ayo Mbak Ratih.. mumpung masih tayang filmnya.

      Sy sengaja gak nulis alur ceritanya..biar penasaran.hehe

      Hapus
  4. Semoga bisa ikut nonton, masa kalah sama ibu-ibu rempong hehehe, sinopsisnya bikin penasaran.

    BalasHapus
  5. ibu rempong emang cocok ya... semua demi mas gagah. Makasi ya mba ella salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. salut buat mbak Erna yg siap rempong.. kapan2 kita nongki2 canci2 yee..hahaha

      Hapus
  6. Aku paling susah nonton di bioskop. Krucilnya banyaaak.. Semoga Mas Gagah terus menginspirasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nontonnya kudu sama bapaknya yaaa..biar ada yg bantuin.hehe

      Makasih mbak Leyla udah mampir..

      Hapus
  7. Oalah, ternyata sama teh erna... :)

    BalasHapus
  8. Dede ikut yahhh, umminya pasti rempong banget...asyik ya bisa foto bareng bunda helvy. hiks #pengen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa si kecil harus slalu ikut emaknya terus.. kmna puuun..

      Iya itu fotonya pas lagi hamil bang Alif..

      Hapus
  9. keren tekatnya zah.... lain kali bawak saya aja zah biar nggak rempong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh boleh boleh.. nanti bang Rakes main sama bang Alif di luar bioskop..saya duduk cantik di dalem..hahaha

      Hapus
  10. Gue kalah sama emak2 rempong nih. #Plakk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo jangan mau kalah atuh.. segera nonton..

      Hapus
  11. Rempong demi mas gagah? Ga apalah mbk ela :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa mbak Sri.. kebayar lunas kok rempongnya. Makasih mbak sdh mampir..

      Hapus
  12. Sepakat mba ella! Harusnya ada banyak film yang senada dengan KMGP, agar film di negeri ini tidak hanya melulu tentang si kaya dan si misin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi film ttg hantu2 Indonesia..yg kurang baik jd konsumsi anak2 kita..

      Hapus
  13. Jadi inget kemarin pas nonton film, ada anak kecil yang narik2 kerudung dari belakang, jangan2 itu bang alif :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihhiy.. bang Alif narik rambut kok, bukan jilbab..hehe..

      Waah tadinya kita bareng yaaa nontonnya..

      Hapus
  14. Ya Allah.....bawa anak 10 bulan nonton bioskop? Saya pikir itu sebuah tantangan besar yang nyaris mustahil untuk ibu2 nubi seperti saya.. Tapi, mbak Ella sudah membuktikan. Saya mau coba juga ah bawa Ahmad nonton. Btw, selama film Alif ga nangis kah???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya tidak mustahil kalau kondisi anak baik2 saja. Pastikan baby tidak punya riwayat'kagetan' dgn sound yg tinggi, sepertindi bioskop.

      Daan yg terpenting persiapannya mbak..

      Bang Alif nggak nangis atau rewel, hanya tidak betah diam sj.. lari sini lari sana.. majat sini manjat sana.. bahkan ngoceh2 yg bkin pusat perhatian bnyk orng..hehe.

      Hapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. smpe sekarang msh berharap bs ntn film ini....semoga minggu ini bs terwujud teh ella....masa kalah m emak2 rempong hihi.....(kyknya sy pun tak kalah rempong)
    sinopsisnya tambah penasaran j...
    jzk infonya teh ella....

    BalasHapus
  17. smpe sekarang msh berharap bs ntn film ini....semoga minggu ini bs terwujud teh ella....masa kalah m emak2 rempong hihi.....(kyknya sy pun tak kalah rempong)
    sinopsisnya tambah penasaran j...
    jzk infonya teh ella....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha teh Euis bisa ajaaa.. ayooo mumpung masih tayang..

      Hapus
  18. Hahaa...sama,Mbak, aku juga diniatkan nonton weekdays karena alasan harga tiket :D
    Wuaaah, lumayan lama yaa,Mbak, sampai ketinggalan 20 menit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Besok Insya Allah nonton lagi. #nobarKMGP bareng #kopfibogor di BTM. Malah lebih seru kayaknya.. ada tim KMGP, bunda Helvi, Noy atau Gita, dan Masaji yg jd Yudi..

      Semoga gak ada halangan.. jadi bisa nonton dari awal.hehe..

      Hapus
  19. Weeh, keren. Coba aku ikuut nonton, pasti tak bantuin. Hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. iyaa kapan2 yaa sama Mamas Fajar..besok dedek Alif nonton lg Jar..hehe

      Hapus
  20. duhhh aku masih belum nonton nih soalnya belum sempat ke bioskop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Ev sibuk banget sih, ngalah-ngalahin ibu presiden..hehe

      Hapus
  21. Bersyukurlah Alif bisa nonton, nak..meskipun si Ummi jadi rempong..di Padang belum tayang jugaaaa...huhuhu. Padahal kepengen banget nonton nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau tayang bisa diajukan ke pihak bioskopnya kok, Mbak. Caranya ajak rame2 yang juga mau nonton KMGP. Minta tanda buktinya, daftar nama atau tanda tangan. Insya Allah KMGP akan tayang secepatnya.

      Hapus