Jumat, 30 Mei 2014

Serial Pingkan; Novel Renyahnya Mbak Muthmainnah


Judul Buku                        : Serial Pingkan I, “Sehangat Mentari Musim Semi”
Penulis                             : Muthmainnah
Penerbit                           : Pingkan Publishing
Tahun Terbit                     : September 2009
ISBN                                 : 978-979-1397-59-9
Tebal Buku                        : 320 hlm
Ukuran Buku                      : 14 cm
Kategori                           : Fiksi Islami


                 Bingung!

                Itulah kata yang tepat untuk statusku saat ini. Aku belum pernah menulis sebuah resensi atau review buku. Jujur deh! Tapi ini apresiasi atas sebuah karya yang menurutku oke banget. Sayang sekali jika terlewatkan, minimal aku share pengalaman membaca novel yang berlatar Pert Australia ini. Serial Pingkan 1 sebenarnya sudah tiga tahun kumiliki. Namun beberapa hari lalu aku baru saja menggondol Serial Pingkan 2 di Bogor Islamic Book Fair 2014. Rasanya tidak seru jika ujug-ujug aku baca Serial Pingkan 2. Baiklah. Langsung saja kuceritakan sekelumit isi novel ini.

                Pingkan Rahma, adalah gadis Minang. Cewek tomboy ini berangkat ke Perth Australia untuk melanjutkan studinya ke Universitas Murdoch. Ping, begitu ia dipanggil. Keberangkatannya atas tawaran Tom. Tom adalah abang angkatnya, pernah tinggal selama setahun di rumah Ping. Saat itu Tom sedang pertukaran pelajar. Di Perth, Ping bekerja part time sebagai pelayan di Bell’s Cafe. Bahkan, Ping juga mendapat kesempatan menjadi model iklan papan atas. Di kampus, ia juga berhasil masuk jurusan Fisika dan meraih average point (IPK 3,8). Sungguh, sosoknya sangat ideal. Cerdas, cantik, rajin, dan supel.

Kisah Ping di Perth sangat memberikan banyak warna. Perkenalan Ping dengan Beth, Daphne, Diana, Stef, Reni, juga sisters dan brothers di IMSA melukis kesan yang manis. Pingkan juga bisa berhubungan dekat dengan Nenek Lauren, seorang nenek tua yang kesepian namun amat lembut dan penyayang. Ping diangkatnya menjadi cucu kesayangannya. Hilir mudik problematika kehidupan telah ia jumpai. Masalah dengan Tom dan Beth, pertikaian dengan Ni Lis, kepergian nenek Lauren, perjodohan sepihak dan masih banyak konflik menarik dalam kisah seorang Ping. Apakah sanggup Ping menghadapinya? Bagaimana ia menggapai hidayahNya? Penasaran? Jawab rasa penasaran kamu dalam novel inspiratif dan menggugah ini. Boleh pinjam kok ke Rumah Elsya. Hehehe.

Keren!

Begitulah kesan yang aku dapatkan setelah membaca novel ini. Karena memuat nilai-nilai Islami. Sosok Pingkan sangat menginspirasi, terutama bagi para muslimah yang sedang mencari jati diri. Bagi kamu yang masih bingung mau jadi apa, cocok banget baca novel ini. Pelajaran dalam novel dikemas begitu bijak dan apik.

Asli, ceritanya mengalir begitu deras. Bak air terjun yang indah dan lancar airnya, jernih pula. Sehingga pembaca tidak perlu mengerutkan kening dan jungkir balik mencerna jalan ceritanya. Ini yang paling membuat aku bersemangat membaca novelnya. Bahasanya sangat ringan, hampir mengalahkan renyahnya kerupuk yang baru saja digoreng dan dikemas dengan cantik. Selain itu, penulis tidak bertele-tele. Bahasanya to the point tapi cerdas. Cocok sekali bagi kamu yang ingin mempelajari cara menulis novel dengan bahasa yang ringan, lumat saja novel ini. Dijamin ketagihan! Rasanya tak ingin menyudahi membaca setiap chapternya. Diulang-ulang pun menurutku tidak akan bosan. Semua jempol yang aku punya untuk penulisnya deh. Hehehe. Mbak Muthmainnah, terima kasih sudah memberikan pencerahan lewat karyanya ini.






0 komentar:

Posting Komentar