Jumat, 18 Desember 2015

Sahabatku baik banget


Bismillah...

Sahabat Elsya, malam ini aku mau sedikit cerita tentang sahabat. Yeah.. semuanya pasti punya sahabat. Tapi model sahabatnya pasti beda-beda.

Ini lho aku masih suka heran sama sahabat yang baik banget. Maksudnya kok ada yaaa sahabat kayak gitu. Bahagia banget bisa kenal dia. Eh tapi semoga dia juga menganggap aku sahabat, kan bahaya kalau sahabat bertepuk sebelah tangan. uehehe.

Kataella.blogspot.com, emak-emak blogger, dunia menulis, emak-emak, cerita sahabat sejati, sahabat baik, sahabat selamanya, sahabat yang pengertian, sahabat

Aku tidak ingat kapan kami pertama kali dipertemukan. Yang jelas saat itu kami meet up perdana di KRB (Kebun Raya Bogor). Di sebuah acara kepenulisan. Kegiatan di tahun 2010 itu menjadi awal aku bergabung di organisasi kepenulisan yang sudah kawakan ini.

Hmmm.. masih terekam jelas di jalan menuju pintu keluar KRB, ia bercerita tentang dunia tulis-menulis. Wanita berjilbab gondrong ini memang ramah sekali. Tapi terkadang bisa jutek juga sih. Hehehe.

Kedekatan kami belum lama, semenjak kami disatukan dalam kepengurusan organisasi ini. Di-situ-lah kami semakin kompak. Ciyee. Beberapa kali kami selalu menjalani tugas bersama. Pernah juga naik gunung bareng. Keliatan deh sifat aslinya, doi emang punya karakter yang baik. 

Inilah beberapa kebaikan yang luar biasa ia lakukan. Lah kok disebutin? Iya, semoga menjadi inspirasi kebaikan untuk para sahabat dan pengingat otomatis untukku. Karena selama ini aku hanya membuatnya 'repot'. Sedikit sekali kebaikan yang aku lakukan. Maaf ya, Mbak!

1. Wanita yang sedikit maskulin ini sering mengalah. Ia tipe orang yang cerdas menyimpan egonya. Tidak jarang mengorbankan urusan pribadi demi urusan orang lain, termasuk sahabatnya. Pokoknya is the best-lah!

2.    Namanya tidak kusebutkan, karena kalau doi tahu ada namanya di tulisan ini, waaah bisa ngamuk.hehehe. Iya, ia tipe orang yang tidak suka pamer. Bahkan walaupun segudang kebaikan yang sudah ia lakukan, ia tak perduli. Ia masih merasa belum ada apa-apa. Intinya sih ini cewek rendah hati pake banget deh.

3.  Rela berkorban! Wow, bangga deh bisa kenalan dengannya. Sering terkejut juga dengan aksinya. Aksi yang anti mainstrem. Pernah ya, doi datang ke rumah menjelang Magrib dalam keadaan hujan deras pula. Ngapain coba? Bawa seplastik makanan! Gokil kan? Segitu jaraknya lumayan jauh. Saat itu aku sedang hamil muda. Entah ia hanya kebetulan lewat atau sengaja datang. Yang jelas terakhir kutahu ia masih di rumah. Tapi jeng jeng jeeeng... ada di depan rumah.

4. Tidak perhitungan. Ya, sering banget dana pribadi kepake buat kepentingan organisasi. Ngeluh? Nggak pernah tuh. Malah ikhlas banget orangnya. Nggak minta ganti lagi. Haduh, Mbak, keseringan mah bisa rugi bandar atuh!

5.    Empati. Ya, akhwat yang hobinya nulis sajak dan cerpen ini punya rasa empati yang tinggi. Ia sangat peka dan peduli dengan kesulitan teman-temannya. Orang di sekitarnya.

Hmmm... capek kalau disebutkan semuanya. Masih banyak banget soalnya. Intinya, aku pun masih belajar menjadi sahabat yang baik. Aku yakin, yang akan menjadi suaminya kelak, pasti akan menjadi orang yang paling bahagia. Terima kasih, Mbak sudah menginspirasi.

3 komentar:

  1. Indahnya persahabatan jika saling seiman dan seakidah.

    BalasHapus
  2. Selalu ada orang baik di sekitar kita

    BalasHapus
  3. Selalu ada orang baik di sekitar kita

    BalasHapus