Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Agustus 2016

Inilah Lima Fakta Unik Pengendara Motor Wanita




Bismillah...

Haaaaaa... (bernapas lega) Yuhuuu, akhirnya aku balik lagi ke dunia per-blog-an. Setelah entah berapa abad bertapa di gua kehidupan *alah lebay*

Jangan ditanya kenapa, ya. Biasaaa, emak-emak sibuk aye nih. LOL

Betewe kita alihkan topiknya, jadi kali ini aku mau bahas emak-emak kalau bawa kendaraan. Kita ngomongin lady biker dulu, ya. Alias pengendara motor wanita. Eh bukan emak-emak doang sih, abege-abege juga banyaaaak. Pokoknya kaum hawa. 

Pernah nggak sih Sahabat Elsya nemuin di jalan, ada lady biker yang bikin gemes emes emesss? Atau bikin tensi naik drastis tis tis tis? Kalau aku sih pernah, bahkan sering banget. Padahal siapa tahu pas aku lagi bawa motor, biker-biker di belakang lagi gondokan juga ya karena lihat ulah aku yang bawa motor nggak becus. Heuh semoga aja enggak.

Jadi gini, kebiasaan buruk lady biker memang sudah dikenal luas di masyarakat. Sampai-sampai nih, banyak meme lucu bertebaran di dunia maya dengan tema ibu-ibu naik motor.

Aku sih bingung ya, entah karena kurang tahu atau nggak mau tahu. Soalnya banyak banget nih para lady biker kurang mematuhi aturan lalu lintas. Dan parahnya karena itu, bisa memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Contoh, lampu sen yang nyala sebelah kiri, tapi kok beloknya ke kanan. Waduh waduh... galau amat yak.

Apa saja sih fakta uniknya?

Pertama, wanita itu mengedepankan penampilan daripada keamanan dan taat aturan. Coba deh perhatiin para pengendara motor, yang paling banyak atributnya rapi siapa? Wanita atau pria? Ya, pria kan? Soalnya nih, kebanyakan wanita ogah-ogahan pakai atribut lengkap. Padahal untuk keselamatan dan kesehatan. Contohnya: pakai jaket motor, body protector, sarung tangan, masker, helm, dll. Nah atribut-atribut ini nih penting banget.

“Lagian deket kok, Cuma ke situ doang!”

“Aduh, nggak mau pake jaket yang itu, kayak bapak-bapak”

“Nggak usah pakai helm ahh, deket aja kok. Lagian nggak bakalan ada polisi. Nih rambut udah dicatok, ntar nekuk-nekuk”

“Nggak usah pakai helm dulu ahh, ntar aja pulangnya, sayang nih jilbabnya ntar ‘mengsong-mengsong’, berantakan deh.”

Daaaan berbagai macam alasan lainnya. Hah, kalau kayak gini kan ribet, Guys. Jaket motor untuk wanita kan banyak yang bagus, masa kamu nggak mau sih pakai jaket. Kalau keseringan kena angin saat berkendara, nggak baik juga untuk kesehatan.

Helm juga, yuk jadikan helm sebagai kebutuhan berkendara yang utama. Bukan lagi soal takut ditilang polisi, tapi karena kita peduli dengan keselamatan sejak dini. Bukan lagi memikirkan penampilan, tapi karena kita warga yang taat aturan.

Biasanya emak-emak malah ribet ngurusin pilih kaca mata keren, syal cantik, kalung dan perhiasan lainnya, bahkan pakai high heels dan tas soren yang digempit di ketiak. Aduh cyin, mau bawa motor kok kayak mau ‘fesyen show’.

High heels menurutku bahaya banget deh buat para biker, turunnya jadi nggak leluasa. Khawatir keseleo. Kalau mau pergi ke kantor mending plastikin dulu high heelsnya. Pake sendal atau sepatu biasa jadi pilihan yang tepat. Tapi kalau memang sudah terbiasa, ya terserah sih. Yang penting hati-hati.

Untuk tas juga, hindari tas yang digempit ketiak ya, aduh bahasanya apa ya, itu loh tas tante-tante yang talinya pendek. Kalau dipakai perhatian kita jadi terbagi dua, pertama nahan tas biar nggak jatoh, kedua konsen sama jalan. Hayoo, mending pakai tas ransel atau tas selempang yang talinya panjang, bisa disimpen di depan. Jadi bawa motornya nggak ribet.


Lima Fakta Unik Pengendara Wanita, kebiasan buruk pengendara wanita, lady biker, pengendara wanita, rok celana, jual rok celana, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com/
Sumber: google image

Kedua, lady biker hobi ngerem mendadak. Aduh, Mak. Jangan ngerem mendadak dong, kasian yang di belakangnya. Nggak usah mikirin cicilian panci atau tagihan listrik dulu, kalau di jalan ya udah fokus saja sama keadaan jalannya. Berikan jeda waktu untuk berhenti. Kalau bahasa kerennya, ambil ancang-ancang.

Lagian kalau sering ngerem ngedadak tuh, bukan bahaya doang. Tapi bikin mesin motor cepet rusak. Remnya cepet aus, aduh sok tahu banget aku yak.

Ketiga, main hape sambil bawa motor. Aduh Ya Allah, suka bingung sama lady biker yang satu ini. Maunya apa ya? Hidupnya sibuk bener, sibuk mainin hape saat bawa motor. Udah tahulah yaa, apa bahayanya? Nggak usah dibahas deh. Gemesss soalnya!


Lima Fakta Unik Pengendara Wanita, kebiasan buruk pengendara wanita, lady biker, pengendara wanita, rok celana, jual rok celana, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com/
Sumber: google image

Keempat, Jaket dibalik. Ayooo, angkat tangannya para lady biker yang pernah kayak gini... Jaket kok dibalik? Katanya sih tujuannya biar ketutup. Lah, di seletingin dong. Atau pilih jaket yang cocok untuk bawa motor. Lagian, tekhnisnya kalau pakai jaket dibalik tuh bikin ribet loh. Tangan jadi nggak leluasa pegang stang motor. Kok tahu? Berarti pernah dong? Hehehe, sering lihat soalnya. Dan mereka itu emang kelihatan banget ribetnya. 

Kelima, memakai celana dan rok yang terlalu pendek atau terlalu panjang. Dua-duanya kurang tepat juga nih. Kalau terlalu pendek pasti jadi bahan tontonan gratis di jalanan. Mending mulus, kalau banyak tambalan? Ih, geuleuh. Kalaupun mulus juga, sayang dong dipamer-pamer. Orang juga punya kok. Ingeeet, aurat aurat, *duh ceramah.

Begitu pun kalau terlalu panjang, khawatir ‘keserimpet’ nyangkut di motor, bahaya deh. Nyamannya, kalau berangkat pakai gamis atau rok, pakai celana panjang juga yang pas. Tidak ngetat juga tidak terlalu lebar ke mana-mana.

Atau solusinya adalah pakai rok celana, hehehe *promosi*. Iya, Mak. Pakai rok celana tuh nyaman banget kalau bawa motor, mau ‘ngejegang’ juga nggak bakalan keliatan, tetep tampil beauty dan syari walaupun bawa motor. Apalagi motif dan bahannya yang cantik banget. Beuh, kepoin deh akun instagramnya @jualrokcelana. Ujung-ujungnya malah promosi nih. Nggak apa-apa, promosi kalau bermanfaat ya sah-sah saja.


Lima Fakta Unik Pengendara Wanita, kebiasan buruk pengendara wanita, lady biker, pengendara wanita, rok celana, jual rok celana, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com/
Doc: rumah elsya

Nah, sahabat Elsya, ini nih lima fakta unik lady biker atau pengendara motor wanita. Entah itu abege labil, tante-tante, sampe emak-emak pernah deh kayaknya punya kebiasaan unik ini. Tapi semoga kita para wanita bisa lebih bijak lagi dalam berkendara. Salah satunya untuk pencegahan angka kecelakaan di jalan. 

Beberapa survei pernah dilakukan, tapi aku nggak tahu ya data statistiknya, hehe. Kalau salah nggak usah ngedumel. Diem aja, Iyain aja biar cepet kelar nih tulisan. Sebagian besar, kecelakaan motor atau mobil di jalan adalah pengendara pria. Nah itu penyebabnya adalah karena ulah unik pengendara wanita. Titik.

Jumat, 08 April 2016

Untuk Para Istri; Yuk Belajar Masak Makanan Kesukaan Suami!

Untuk Para Istri; Yuk Belajar Masak Makanan Kesukaan Suami!, belajar masak, istri belajar masak untuk suami, suami sayang istri, Ella Nurhayati, Bang Syaiha, http://kataella.blogspot.com



Bismillah...

Ada yang bilang istri idaman tuh harus jago masak. Berarti cari chef aja. Hehe. Dijamin bakalan dimasakin yang enak-enak tiap hari. Eits, bukan itu yang terpenting. Suami lebih suka istri yang bisa membuatkan makanan kesukaannya. Walau pun enggak jago masak *kayak aku dong* tapi Alhamdulillah aku bisa menyiapkan masakan kesukaan bang Syaiha *ciyee yang bener?*

So, buat calon istri, atau para istri yang belum pintar masak, jangan minder kalau nggak bisa masak. Tapi diusahakan harus belajar ya, biar bisa masak yang dasar-dasar. Seperti numis menumis, bikin bumbu dasar, dan banyak lagi. Banyak kok buku resep yang bagus, di internet juga bejibun aneka resep yang kita mau. Jadi buat jaga-jaga kalau nanti suamimu minta menu masakan yang aneh-aneh.

Berdoa aja supaya suami doyannya yang simpel-simpel, nih contohnya bang Syaiha. Lelaki berperawakan tidak kurus itu makanan kesukaannya nggak ribet. Gampang dibuat. Cuma ada satu aja sih yang baru berhasil coba resepnya. Itu lho, ayam crispy. Yang lainnya mah cingcay *mulai sombong dan kelewat pede*

Lengkapnya apa aja? Nih simak yaaa...

1. Telur dadar

Aduh, bersyukur deh bang Syaiha nggak bisulan. Hehe. Doyannya telur dadar, bo. Kolestrolnya juga normal. Cuma ngeri-ngeri sedap aja. Kami tuh berdua, sebulan bisa habis 3 kilo gram telur. Malah lebih. Sama-sama pecinta telur. Tapi kalau aku lebih suka rebusnya *nggak ada yang nanya*.

Bang Syaiha tuh sukanya di dadar polos, alias tanpa campuran apa-apa. Nah kalau aku pribadi sih, telur dadar lebih suka diaduk pake campuran. Misalnya daun bawang, bawang putih, cabai, ikan atau apa aja yang bisa dicampurkan. Nah kalau bang Syaiha gitu aja. Telur plus garam sedikit, tok.
Enak kan masaknya? Tinggal panasin minyak, kocok-kocok telur, goreng, beres deh! Hehehe. Suamiku emang nggak ngerepotin.


2. Sambal

Orang Sumatera emang terkenal dengan kuat pedasnya. Jadi kebayang kan pas nikah sama aku yang orang Sunda, dan kebetulan kurang suka pedas. Sekarang hasilnya seimbang. Bang Syaiha sudah berkurang selera level kepedasannya, aku jadi naik level. Jadi kami ketemu di tengah-tengah level *ngomongin apasih? Kok pake level-level*

Rasanya kalau makan tanpa ada rasa pedas, nggak nampol. Itulah aku sekarang. Ketularan suka pedas. Lha wong tiap hari masaknya sambal terus. Suamiku suka sekali dengan semua jenis sambal. Sambal terasi, sambal goreng bawang, sambal goang *sambal mentah*, dan sambal pecel. Seru deh kalau lihat bang Syaiha makan pake sambal, menikmati banget. Hehe. Aku pun tak kalah seru, soalnya bisa sambil ngeces-ngeces. Hahaha.

3. Tempe

Untuk Para Istri; Yuk Belajar Masak Makanan Kesukaan Suami!, belajar masak, istri belajar masak untuk suami, suami sayang istri, Ella Nurhayati, Bang Syaiha, http://kataella.blogspot.com


Kalau tempe semua olahannya suka. Akusih lebih sering masak orek tempe atau tempe goreng tepung. Bisa-bisa habis banyak kalau dikasih makanan kaya protein ini. Tempe holic banget deh pokoknya.

4. Ayam Crispy


Untuk Para Istri; Yuk Belajar Masak Makanan Kesukaan Suami!, belajar masak, istri belajar masak untuk suami, suami sayang istri, Ella Nurhayati, Bang Syaiha, http://kataella.blogspot.com


Nah, ininih menu masakan kesukaan suamiku yang paling rempong. Sudah beberapa kali mencoba resep. Di awal-awal pernikahan masih ngaco hasilnya, tapi Alhamdulillah sekarang sudah bisa dong*iyey*. Sebenarnya gampang, tapi prosesnya itu yang lama. Apalagi gorengnya harus deep frying *ngabisin minyak*. Ehtapi harus pake tekhnis yang tepat, agar ayam crispy-nya enak dan mirip seperti yang dijual di luar. Lihat resepnya DI SINI. 

So, sekarang, yang harus dilakukan adalah; belajar masak makanan kesukaan suami. Kalau suami sukanya yang ribet, pura-pura nggak tahu aja. Hehehe. Enggak ding, terus belajar aja. Insya Allah berpahala. Yang belum nikah, berdoa deh semoga suaminya nanti enggak suka makanan yang aneh-aneh.

Akan sia-sia jika seorang istri jago masak. Mahir membuat kue-kue enak, tapi tidak pernah membuatkan makanan kesukaan suami tercinta. Kecuali memang tidak bisa, lain perkara. Selamat memasak dan mencoba! Semoga suami bahagia, dengan masakan istri tercinta.


Jumat, 8 April 2016
1.48 a.m

Rabu, 06 April 2016

6 Pelajaran yang Seharusnya Wajib di Sekolah

Bismillah

Masih terekam jelas sekolah yang sibuk dengan banyaknya pelajaran. Kita diajari sesuai kurikulum umum persekolahan yang berlaku. Kurikulum yang sering banget ganti. Tapi apakah setiap mata pelajaran, menyiapkan kita dalam kehidupan kerja, kuliah atau masyarakat? Jawabannya pasti beda-beda. Kalau aku pribadi sih tidak semua mata pelajaran bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata. 

Jadi untuk apa pelajaran yang bejibun itu? Ada yang jawab, untuk mengasah otak! Untuk memperkaya wawasan! Tapi apakah skill dan kemapuannya sudah dibekali? Hmmm... silakan jawab masing-masing.

Well, ada 6 mata pelajaran yang menurutku wajib diajarkan di setiap sekolah. Terutama jenjang SMA dan sudah bisa dikenalkan sejak dini di tingkat SMP. 




6 Mata Pelajaran yang Seharusnya Wajib di Sekolah, pendidikan sekolah yang seharusnya, pendidikan di indonesia, pendidikan dan indonesia, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com



Apa saja sih? Cek this out!

1. Menejemen Keuangan Personal dan Entrepreneurship

Nah, di tingkat SMA sebenarnya sudah ada jurusannya, namun khusus SMK saja. Dan itu menjadi jurusan tersendiri. Jika memilih jurusan lain, otomatis kita tidak akan mencicipi mata pelajaran ini. Yang menjadi masalah adalah, seharusnya setiap murid diajarkan bagaimana menggunakan uang mereka. Minimal mengetahui ide dasar dari investasi aja, itu sudah oke banget. 

Tunjukkan ke murid-murid, bagaimana mereka bisa mengubah apa yang mereka miliki menjadi investasi jangka panjang. Dengan begitu, mereka akan belajar bagaimana mengatur keuangan.


Tidak semua orang akan menjadi seorang entrepreneur (wiraswastawan), tetapi mengajarkan entrepreneurship adalah salah satu cara mengajarkan ketertarikan diri terhadap entrepreneur.

Tujuannya agar banyak murid yang dapat memiliki impian besar, dan berusaha meraih impian tersebut dengan caranya sendiri. Mengajarkan entrepreneurship sama saja mengajarkan kemandirian dan berbagai aspek kehidupan sosial. So, pelajaran ini penting banget ada di sekolah.

2. Jurnalisme

Melalui jurnalisme, murid akan diajarkan bagaimana menulis yang baik.  Jurnalisme juga akan membantu murid tersebut dalam hal interview, komunikasi, pemikiran kritis, pengambilan keputusan, membuat laporan, dan masih banyak lagi manfaatnya.

3. Komunikasi

Yang terpenting adalah, bagaimana murid-murid menyampaikan apapun yang ada di pikirannya, dalam kata-kata yang mudah dimengerti atau tercipta komunikasi efektif. Mungkin terdengar sepele, tapi kenyataannya komunikasi yang baik tuh sulit banget. Buktinya masih saja banyak yang kurang PeDe saat persentasi di sekolah atau di kampus. Yaaaa semoga yang baca tulisan ini sih orangnya PeDe-an. AMIN.

Nggak aneh jika murid kurang PeDe dalam berkomunikasi, lha wong setiap beraspirasi langsung di 'cut' duluan sama gurunya. Dulu sih aku begitu, tapi berkat perkembangan zaman, sekolah-sekolah sekarang gurunya keren-keren. Beneran deh! 

4. Catur

Permainan catur salah satu yang aku suka juga. Jika suatu saat aku punya sekolah, *Amin, doakan ya* catur akan aku masukan ke daftar mata pelajaran. Wedew segitunya ya? Hehehe.

Catur salah satu cabang olahraga yang serius. Ada banyak gelar grandmaster dalam kejuaraan ini. Manfaatnya keren banget, sebagai alat terbaik untuk melatih pemikiran dan pengambilan keputusan. Statistik pernah menunjukkan, bahwa pemain catur dapat mendapatkan hasil yang lebih baik, dalam tes-tes di semua mata pelajaran, kereeen kan? Makanya kenapa aku ingin catur ada di sekolah-sekolah. Karena ya manfaatnya oke punya.

Kenapa catur bisa keren gitu ya? Karena mereka telah terlatih untuk duduk tenang, dan melihat secara kritis kemungkinan jawaban yang benar. Cocok deh untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Bahwa dalam pengambilan keputusan memang harus tenang. Tidak bisa dalam keadaan kepala mendidih.

Selain itu, catur juga bisa melatih tingkat kedewasaan seseorang. Karena mereka dapat mengantisipasi kemungkinan dari keputusan yang mereka ambil. Terus belajar bagaimana bertanggung jawab dari keputusannya. Misalnya kamu kalah main catur nih, maka itu karena keputusan kamu sendiri, bukan keputusan orang lain. Simpel kan?

5. Olahraga Terspesialisasi

Olahraga sudah menjadi kewajiban di setiap sekolah. Karena kesehatan jasmani sangat penting juga. Tapi yang membuat aku kurang setuju adalah mereka diajarkan banyak olahraga. Misalnya bulu tangkis, basket, sepak bola, berlari, lompat jauh, dan lain-lain.

Tapi apakah pernah murid-murid diberikan kebebasan dalam memilih olahraga? Jika seseorang memang menyukai sepak bola, maka harusnya bisa ikut ekstrakulikulernya saja. Tentu dengan tes dulu. Tidak dipaksa untuk bisa mahir dalam olahraga yang tidak mereka sukai.

Coba deh, jika murid-murid diajarkan untuk berolahraga sesuai dengan yang disukai. Mulai dari mereka SD sampai jenjang yang lebih tinggi, sudah terspesialisasi. Dengan begitu akan lebih fokus dan kelihatan hasilnya. Misalnya mereka suka berlari, maka larilah. Atau suka bela diri, bulu tangkis, serta olahraga lainnya, maka mainlah, dengan bimbingan yang terarah. Bukan memaksakan murid-murid harus bisa melakukan semua bidang olahraga. 

6. Spiritual

Well, pelajaran ini seingatku hanya ada seminggu sekali, itu dulu. Nggak tahu deh kalau sekolah zaman sekarang. Hehe. Spiritual sangat penting, Mas Bro. Ini adalah pondasi yang harusnya diajarkan lebih sering lagi. Jangan aneh jika seorang murid jauh dari agama. Karena pelajaran spiritualnya kurang. Kan ada orang tua di rumah yang mengajarkannya? Iya betul sekali. Selain pendidikan di rumah, tetap saja sekolah ikut andil dalam pembentukan karakter juga. Yuk, kokohkan spiritual anak bangsa! *ceileh gaya bener omongannya*

Nah, itulah enam pelajaran yang harusnya ada di sekolah. Tapi versi @kataella, ya. Kalau ingin menambahkan, silakan isi di kolom komentar. Kalau ada yang ingin mengoreksi silakan dengan sopan. Makasih dan sekian!
This entry was posted in

Kamis, 24 Maret 2016

5 Bahan Dasar, Resep Menjadi Istri Yang Dirindukan

5 Bahan Dasar, Resep Menjadi Istri Yang Dirindukan, menjadi istri shalihah, istri yang dirindukan surga, istri solehah, cerita istri solehah, tips menjadi istri idaman, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com


Bismillah...

Menjadi seorang istri adalah dambaan mulia setiap wanita. Namun apakah sudah siap dengan predikat itu? Kalau sudah siap, jangan ditunda-tunda. Ada yang nyeletuk di pojokan, “Ikhwannya belum ada, Mbak Ella,” hehehe, minta gih sama Allah!

Nah, bagi yang sudah ‘wisuda’ dengan gelar istri, terutama yang masih dikatakan ‘newbe’ alias mamah-mamah muda, hehe. Yuk sama-sama belajar! Karena, menjadi istri shalihah itu panjang sekali perjalanannya. Tidak ada salahnya kan kita berjamaah mengkaji agar menjadi seorang istri yang selalu dirindukan suaminya. 

Spesial to emak-emak yang sudah bertahun-tahun punya gelar mulia ini, yuk merapat! Bagi-bagi pengalamannya untuk kami yang masih muda. *muda, noted*

Inilahr 5 bahan dasar resep menjadi istri yang dirindukan. Semoga resepnya nggak gagal, kalau mau nambahin, monggo... sesuai selera.

SATU. Tidak bisa dipungkiri, kaum Adam suka dengan perhatian dari pasangannya. So, cobalah memberikan perhatian lebih hal-hal yang dianggap sepele, namun dijamin suami selalu merindukan perhatian itu. 

Beberapa perhatian kecil yang sudah kulakukan sejak awal pernikahan seperti menyemir sepatu bang Syaiha, menyiapkan baju kerjanya, menyiapkan bekal makanan kesukaannya, bahkan pernah aku mau memotongkan kukunya, tapi Abinya bang Alif tuh menolak, “Ahh, Ummi mah sakit, nggak bisa motonginnya. " Wkwkwk.

Sabda Rasulullah SAW:

“Ya Fathimah, barang siapa wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, serta memotong kumisnya dan mengerat kukunya, maka Allah akan memberikan minuman air dari sungai-sungai di surga, diringankan baginya sakaratul maut, kuburnya akan didapati menjadi taman surga, Allah akan mencatatkannya bebas dari api neraka.”
DUA. Penuhi panggilannya. Pernah juga sih, pas aku masak dipanggil suami, alhasil harus segera cap cus. Tunaikan panggilannya. Walau di hati gerutu sedikit, hehehe, ssssttt jangan bilang-bilang bang Syaiha, ya! Bercanda deng.

TIGA. Temanilah suami ketika makan. Karena ada sebagaian lelaki beranggapan, “Istri yang menghidangkan makanan tanpa menemaninya makan, sama saja seperti memberi makan kucing.” 

Nah ini juga yang biasa ibuku lakukan. Beliau selalu menemani abah makan. Alhamdulillah aku pun demikian. Bahkan walaupun sudah makan, aku bisa makan dua kali, karena ingin menemaninya menikmati masakan yang sudah kuhidangkan. *Padahal mah modus karena masih lapar. Hehehe*

Thabit Al-Banani berkata, “Terdapat seorang wanita dari Bani Israil yang buta sebelah matanya dan sangat baik pekertinya terhadap suaminya. Apabila dia menghidangkan makanan di hadapan suaminya, dipegangnya pelita sampai suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu. Lalu diambil rambutnya untuk dijadikan sumbu. Esok harinya matanya kemballi melihat. Allah memuliakannya karena rasa hormatnya pada suami.”

EMPAT. Biarkan suami istrirahat. Jangan diganggu ketika ia tidur. Kalau bisa kuci pintu, jauhkan dulu anak-anak darinya. Aku yakin para suami nggak suka kalau sedang tidur diganggu. Tapi kalau bang Syaiha sih fine-fine aja. Nggak tahu di hatinya. *semoga bener*

LIMA. Beri suami kesempatan bersosialisasi. Jangan kekang aktivitasnya. Kita sebagai istri harus menyadari bahwa suami butuh berkumpul dengan teman-temannya. Butuh Me Time juga seperti emak-emak yang sering banget woro-woro pengen Me time. Para suami pun sama. Butuh refreshing.

Jangan over protektif. Selalu memonitoring suami dengan berkali-kali mengirim pesan atau menelepon. Sedang apa, di mana dengan siapa, jangan lama-lama, bla bla bla. Sebaiknya cukup tahu di mana dan dengan siapa sang pujaan hati kita. Tanpa terlalu banyak ikut campur urusannya. Percaya deh suami tidak akan berbuat macam-macam. Percaya seperti ia memberikan kepercayaan kepada kita.

Alhamdulillah, selama kurang lebih dua tahun, kami selalu saling percaya dan suport. Bahkan, aku pun tidak melarang jika ada yang ingin curhat ke bang Syaiha. Selama itu masih dalam kewajaran. Tidak jarang pesan masuk yang berkaitan dengan curhatan, diibahas bersama. Karena memang di antara kami, tidak ada yang dirahasiakan. 

Semoga resep ini menjadikanku istri yang dirindukan. Karena Inilah kunci kebahagian. 

Senin, 21 Maret 2016

Inilah Hikmah Ketika Anak Sakit

Hikmah ketika anak sakit, menghadapi anak sakit, pelajaran berharga ketika anak sakit, hikmah anak sakit, mengobati anak dengan herbal, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com


Bismilah...

Masih tentang bang Alif sakit. Tidak serta merta aku sebagai orang tua menyesali semuanya. Sakit adalah salah satu ujian yang membuat kita tahu, betapa nikmatnya kesehatan.

Siapa sih yang tidak sedih melihat anak balitanya lesu tak berdaya? Demam, batuk pilek dan muntah jika perutnya terisi. Hilang keceriaannya, bahkan terlihat kurus karena berat badannya terjun bebas. Siapa sih yang tidak kasihan membersamai si kecil meringis menahan sakit?

Ya Rabbi, anakku adalah titipanMu, maka bantu aku untuk menjaganya. Karena penjagaan terbaik adalah dariMu.

Terhitung mulai tanggal 12 Maret bang Alif sakit. Sekarang sedang masa pemulihan. Batuk pileknya masih setia. Nafsu makannya belum balik lagi. Keceriaannya selalu kurindukan. Namun dibalik bang Alif sakit, banyak sekali hikmah yang bisa dipelajari.

Apa saja sih hikmah ketika anak sakit?

Pertama, melatih kesabaran dalam merawat si kecil. Teliti dalam memberikan obatnya. Tidak mudah putus asa, karena semua penyakit yakinlah ada penawarnya. Sabar walaupun harus begadang tiap malam. Sampai berat badan pun ikut merosot di atas timbangan.

Kedua, lebih hati-hati lagi dalam memberikan asupan gizi anak kita. Jangan biarkan ia mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak direkomendasikan. Kalau bukan ayah bundanya yang menjaga, siapa lagi? Sedia payung sebelum hujan dan belajarlah dari pengalaman. Kalau sudah begini, harusnya lebih ancang-ancang dalam mencegah anak kembali sakit. 

Namun tetap saja sebagai manusia hanya bisa berusaha, Qodarullah yang akan mengaturnya.

Ketiga, menambah ilmu baru. Ilmu tentang dunia kesehatan. Berbagai usaha agar mencapai kesembuhan. Mendapat pengetahuan baru dalam merawat anak sakit. Dari mulai mengetahui gejala sampai efek sampingnya. 

Semuanya tidak akan didapat jika tidak menemani anak sakit. Bukan berarti pengen sakit, tapi lebih "nerimo" saja dengan ketetapanNya.

Keempat, lebih bersyukur dan menikmati semua perjalanan Qodarullah. Insya Allah, ketika anak sakit, akan menjadi penggugur dosa ayah bundanya.

Kelima, lebih smart dalam mengatur kepanikan orang tua. Yuhuu, siapa yang pernah panikan jadi mahmud alias mamah muda? Aku pernah. Khawatir dengan apa yang terjadi pada anak. 

Tapi Mom, Alhamdulillah jika kita mau menikmati proses, seiring waktu kita akan mengerti pentingnya memenej hati menghadapi anak sakit. Karena si kecil butuh pendamping yang berjiwa tenang.

Selasa, 08 Maret 2016

Internasional Women's Day; Karena Perempuan Memang Beda!

Bismillah...

Tadi pagi, tidak sengaja kulihat sebuah foto tentang hari perempuan sedunia. Menarik sih, karena perempuan memiliki posisi yang istimewa. Kenapa ada peringatan ini? Konon, satu abad yang lalu para perempuan dunia menuntut haknya. Berbondong-bondong menyuarakan isi hatinya. Namun malah digubris oleh aparat yang ada. Alhasil setelah PBB berkembang, mereka membebaskan kaum cantik ini untuk mengkreasikan minatnya. Hingga kini, tanggal 8 Maret dikenal sebagai hari perempuan sedunia. 


Internasional Women's Day; Karena Perempuan Memang Beda!, hari perempuan sedunia, keistimewaan perempuan dalam islam, keistimewaan wanita islam, wanita shalihah, Ella Nurhayati, emak-emak blogger, http://kataella.blogspot.com


Hakikatnya apasih? Perempuan itu bukan untuk menyaingi para laki-laki. Bukan pula menggeser posisinya. Namun, kebebasan itu berarti bahwa perempuan berhak dimuliakan, dihargai dan dilindungi. Karena fitrahnya kaum hawa ini adalah makhluk yang lemah lembut dibanding laki-laki. 

Ada yang protes dipojok sana, perempuan kuat kok! Oke, kita memang kuat. Bahkan zaman sekarang banyak profesi lelaki yang dikerjakan olehnya. Tapi tidak bisa dipungkiri, kita terlahir sebagai manusia yang lembut. Perempuan kuat bukan berarti menyaingi laki-laki, tapi sebagai pelengkap kekuatan mereka.

Ketika perempuan ingin mengangkat derajatnya, dengan berusaha menyetarakan gender, apakah ini cara yang tepat? Bagi kalangan feminisme jawabannya adalah tepat sekali. Tapi bagaimana pandangan Islam terhadap perempuan?

Di susunan Islam, laki-laki dan perempuan selalu bekerjasama dalam membangun peradaban masyarakat. Tidak ada pertentangan di antara mereka. Salah jika Barat melemparkan tuduhan adanya diskriminasi laki-laki terhadap perempuan.

“Kaum lelaki itu adalah sebagai pemimpin (pelindung) bagi kaum wanita.”(An Nisa’: 35)

Sesungguhnya Islam memiliki solusinya. Agama paling mulia ini mengemas aturan-aturan (baik mekanisme maupun sistem) yang berasal dari Allah SWT. Sebuah solusi yang pas untuk manusia karena Dialah Dzat Yang paling tahu hakikat manusia. Alquran menegaskan bahwa konsekuensi keimanan seseorang kepada-Nya adalah dengan mengambil Syariah (pengaturan)-Nya sebagai solusi kehidupan, dan menerimanya dengan sepenuh hati.

”Maka Demi Tuhanmu sungguh mereka tidaklah beriman hingga mereka menjadikanmu (muhammad) sebagai hakim (pemutus) segala persoalan yang mereka perselisihkan, kemudian tidak kamu dapati pada diri mereka rasa keberatan sedikitpun atas keputusanmu, dan mereka menerimanya dengan sepenuh hati. (QS. An Nisa: 56)

Itulah sebabnya pemimpin dalam Islam tidak diperkenankan seorang perempuan. Konon mereka menggunakan 75 persen perasaannya,  25 persen logikanya. Apalagi sedang datang bulan, ahh emosinya tidak stabil. Maka diragukan untuk mengambil keputusan. Tapi ini bukan menandakan kelemahan perempuan, justeru ini adalah bukti nyata Islam melindungi perempuan.

Segudang keistimewaan ada pada diri seorang perempuan, lihat saja dalam Alquran, ada surat An-Nisa. Allah menempatkan perempuan di posisi yang istimewa. Bahkan Rasulullah SAW, ketika ditanya siapa orang yang paling berhak untuk dihormati dan didahulukan, beliau menjawab “ibumu! ibumu! ibumu! kemudian ayahmu“. Begitu mulianya kita sebagai kaum hawa di mata Islam.

Selain itu, seorang perempuan shalihah dikatakan lebih baik dari pada seribu laki-laki yang tidak shalih. Masya Allah, sungguh istimewanya. 

Bahkan, Allah sudah menjanjikan, jika perempuan shalihah mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga melalui pintu mana saja yang ia inginkan. Waah, semoga kita sebagai perempuan shalihah bisa bergerombol ke Jannah-Nya. Amin.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Perempuan dikatakan lemah karena saat mengandung dan melahirkan dengan bersusah payah. Tidak hanya itu, mereka pun akan menjadi sangat mulia karena perannya seorang ibu. Berjuang untuk menciptakan kondisi lingkungan anak-anak. Suara yang pertama didengar, pemandangan yang pertama dilihat, hingga kata-kata yang pertama diucapkannya adalah pengaruh ibu sebagai guru yang pertama. Sekolah pertama bagi anak-anaknya. Tidak heran, Allah katakan bahwa Surga di bawah kakinya. Karena perempuan memang beda!

So, tidak usah berendah diri karena menjadi perempuan. Berbanggalah karena kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh keindahan. Banyak sekali lapisan pekerjaan yang masih bisa dilakukan. Tidak melanggar aturan dan kodratnya sebagai perempuan.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia untuk condong kepada syahwat, yaitu wanita-wanita, anak-anak dan harta yang banyak … .” (Ali Imran: 14)

Terima kasih kepada perempuan hebat, ibu dan mamak mertuaku. Semua komunitas perempuan; Shalihah Motherhood, Emak-Emak Blogger, Blogger Perempuan, Srikandi-srikandi FLP, dan semua teman-teman perempuan yang selalu mendukungku. Menjadikanku lebih bersyukur meraih gelar ibu. Bersemangat mengejar ilmu. Karena kehidupan adalah rajutan makna yang baru. Titah Tuhan yang wajib dijalankan setiap waktu. Perlu ada pengorbanan untuk mewujudkan semua itu.


Minggu, 06 Maret 2016

3 Hal Dan Kegiatan Menulis

Bismillah...

Sudah tiga hari aku tidak menulis! Benar kata pepatah, membaca dan menulis ibarat makan dan*maaf*BAB. Jika makan terus tanpa ke toilet, nggak bakalan enak tuh perut. Sebaliknya, bulak balik ke toilet tanpa makan dan minum, dijamin kehabisan tenaga. Begitulah aku, dalam beberapa hari ini tidak menulis. Alasannya apasih? Macam-macam, kalau sudah terjebak kelelahan, rasanya malas memandang layar ponsel atau laptop. Tubuh sedang menikmati haknya; istirahat.

Begitu pun malam ini, jika Mbak Nindyah sakit kepala karena memikirkan sepotong ide yang hilang, maka aku sakit kepala betulan. Seperti digantung oleh berkilo-kilo besi berani. Tidak bisa diajak kompromi. Tapi kupaksakan untuk menulis postingan ini. Ada tugas yang belum ditunaikan dari negeri ODOP atau gerakan menulis setiap hari.


3 Hal Dan Kegiatan Menulis, kegiatan menulis setiap hari, one day one post, emak-emak blogger, kegiatan blogging, menulis setiap hari, yuk menulis, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com


Oke, aku akan bercerita tentang dunia kepenulisan. Ada tiga hal yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan menulis. Apa sajakah itu? Simak ya!

Pertama, menulis dan buku diary. Sudah sejak kecil aku hobi menulis. Tapi hanya berani menulis di sebuah buku mini. Dari curhatan teman-teman di sekolah sampai anggota keluarga ada di sana. Kegiatan klasik ini hanya berlangsung sampai aku menjelang menikah saja. Entah kenapa, sejak berstatus seorang istri, lebih senang nulis di dunia maya. Mungkin karena suamiku blogger juga. 

Tapi aku masih menyimpan beberapa diaryku loh, walaupun beberapa sudah banyak yang hilang. Bahkan ada buku khusus untuk mencatat kegiatan yang kuberi judul "Log Book" semacam jurnal harian.

Eh tapi jangan dianggap sepele, beberapa penulis berangkat dari diary, contoh blogger yang rajin menulis setiap hari, namanya Muhamad Septian Wijaya. Lelaki kelahiran Jakarta ini ternyata hobi menulis diary. Ada tujuh buku diary yang masih disimpannya. WOW.. Salut ya. Jarang-jarang lelaki zaman sekarang mau nulis diary. Pasalnya ia sejak kecil dikenal pendiam, maka menulis diary adalah media yang paling menyenangkan.

Kedua, menulis dan buku. Tentu saja dua komponen ini tidak akan dipecahkan. Keduanya punya peran masing-masing. Baru-baru ini ada seorang penulis memamerkan sebuah foto menarik. Pasalnya itu adalah sebuah program dari FLP Tuban; Bilik Baca Tuban. Salah satu bukti bahwa menulis dan buku memang mempunyai hubungan yang erat. Bahkan tidak bisa dipisahkan. Wanita yang karyanya sudah menjamur di mana-mana adalah Hidayati Nur. 


3 Hal Dan Kegiatan Menulis, kegiatan menulis setiap hari, one day one post, emak-emak blogger, kegiatan blogging, menulis setiap hari, yuk menulis, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com
Pose Mbak Hiday nih...


Ketiga, menulis dan perjalanan. Secara tidak sadar, menulis adalah mengabadikan perjalanan hidup. Menyimpannya dengan apik lewat kumpulan kata. Setiap langkah kaki kita di muka bumi ini mengandung hikmah yang patut dipelajari. Bahkan tak aneh banyak penulis yang mempunyai hobi jalan-jalan. Karena sumber inspirasi menulis selain buku adalah traveling. Membaca alam sekitar.

Aku pun suka jalan-jalan. Walapun prosesnya melelahkan tapi sangat menyenangkan. Belajar dari alam, mengeja makna pada setiap ranting kehidupan. Ada seorang traveler writer yang baru saja kukunjungi blognya www.aisymukiya.com. Wanita ini hobi menelurkan karya dari kisah perjalanannya. Beberapa negara asing pun sudah ia jelajahi. Tak heran jika tulisannya renyah dan enak dinikmati.

So, menulislah karena itu menyenangkan. Tidak berangkat dari keterpaksaan. Apalagi di dalamnya banyak nilai kebaikan, Insya Allah akan bermanfaat bagi banyak orang.


Rabu, 02 Maret 2016

5 Penyebab Emak-Emak Sering Ngomel

Bismillah...

Lagi-lagi tentang emak-emak yang menjadi tren masa kini. Tapi ada judge yang negatif yang harus dihilangkan. Emak-emak doyan ngomel. Biasanya predikat ini memang sering ditunjukkan kepada emak-emak. Jangan jauh-jauh, ketika aku belum nikah. Kalau sedikit bawel atau sering ngomel, pasti begini:

“Udah deh jangan ngomel-ngomel terus, kayak emak-emak.”
“Bawel banget sih, kayak emak-emak!”
“Ada apa sih marah-marah terus, kayak emak-emak tau!”

Dan sederet dialog lain yang menghubungkan emak-emak. Kasian banget mereka, selalu dijadikan kambing hitam.

Ketika sebelum jadi emak-emak, perasaanku biasa saja. Tapi sekarang, sudah tahu gimana rasanya jadi makhluk keren satu ini. Dan kalau ada yang bilang begitu paling senyum-senyum sendiri. Nggak semua emak-emak kayak gitu sih. Tergantung karakternya. Kalau aku? Hahaha, nilai sendiri!


5 Penyebab Emak-Emak Sering Ngomel, pekerjaan rumah yang membuat bosan, ibu-ibu yang suka marah, tips agar bahagia berkeluarga, Ella Nurhayati, http://kataella.blogspot.com
Sumber: Komik Muslimah

Emak-emak yang suka marah atau ngomel itu ada pemicunya. Tidak serta merta mereka ngomel tanpa sebab. Kalau tidak ada api nggak mungkin ada asap. Apa saja sih penyebabnya?

Pertama, kelelahan dengan pekerjaan rumah yang nggak pernah ada beresnya. Kebiasaan marah, bisa dikarenakan orang itu tidak mampu menahan emosi. Padahal ketika berada dalam kondisi yang stabil, bisa bersikap lemah lembut. Sayangnya, tugas menangani tugas rumah tangga yang begitu berat, sebagai sebuah rutinitas membosankan. Semua itu dapat memperlemah kondisi kejiwaan emak-emak. Tidak aneh mereka menjadi emosional dan cepat marah.

Solusinya adalah, pilih ART atau tidak. Ini menjadi kesepakatan bersama, sesuai dengan kondisi keuangan keluarga. Jika ada anggaran, tidak ada salahnya menggunakan jasanya. Dari pada ngomel terus sama anak yang tidak salah apa-apa. Kasian kejiwaannya, bisa rusak karena emak-emak memarahinya.

Cara lain, kalau tidak bisa menggunakan jasa ART, mommies bisa lebih cerdas lagi mengatur waktu. Harus banyak sharing dengan emak-emak yang sudah berpengalaman. Insya Allah, jika menejemen waktunya bagus, pekerjaan rumah tak akan menjadi masalah. 

Termasuk aku, di rumah kami tidak ada ART. Padahal dengan aktifnya bang Alif saat ini, itu membuat tenagaku lebih terkuras. Tapi karena pengaturan pekerjaan dan bantuan dari suami juga, Alhamdulillah semua terasa ringan. Bahkan masih ada waktu bersantai.

Kalau kata Mbak Andhita (Shalihah Motherhood), "kalau emak-emak lagi lelah, perbanyak Istighfar. Ingat hak dan kewajiban seorang ibu. Insya Allah lelah itu akan diganjar pahala. Lelah pun akan sirna"

Kedua, pergaulan yang terbatas. Dibandingkan jenis pekerjaan lain, profesi ibu rumah tangga memang memiliki resiko kebosanan tingkat provinsi. Bagaimana tidak, seorang ibu harus menjalani profesinya tersebut selama 24 jam dalam sehari. Orang yang ditemuinya pun tak berganti dari hari ke hari. Ahh, kasian sekali.

Cara mengatasinya, tentu dengan banyak bergaul. Bergabung dengan emak-emak satu perjuangan. Mengikuti kegiatan-kegiatan positif yang mengasah keterampilan. Coba deh baca juga tulisanku; kunci kebahagiaan.

Ketiga, kurang dihargai suami dan lingkungan. Kondisi pekerjaan yang mengenaskan dan lingkungan yang terbatas, diperparah dengan ketidakpedulian suami. Bahkan orang-orang terdekat pun lebih dominan tidak mempedulikan kerja berat emak-emak. Bisanya malah memberikan predikat negatif. Masyarakat masa kini menilai pekerjaan rumah tangga sebagai urusan yang sepele dan rendah.

Konflik antara suami istri pun meramaikan suasana rumah. Membuat keadaan menjadi lebih parah. Banyak kaum ibu yang tak memiliki wadah untuk meredakan emosionalnya. Sehingga tak jarang anak dan orang sekitar sebagai sasaran pelampiasan.

Yuk, para suami. Dukunglah para istri. Mereka butuh pengertian dan penghargaan dari anda! Caranya bagaimana? Simpel saja, suamiku selalu membantu pekerjaan rumah. Padahal ia harus bekerja juga. Entah itu mencuci baju saat weekand, mencuci piring bekas makannya sendiri, atau bahkan ikut menjaga bang Alif jika pekerjaan sedang numpuk. 

Tidak itu saja, lelaki hebatku itu sering memberikan sesuatu yang membuat berbunga-bunga, ciyeeee. Karena yang terpenting adalah dukungan cintanya. Kekuatan kata-kata pun menjadi sumber energi sebuah keluarga. Makanya tidak aneh, bang Syaiha setiap hari tak pernah alfa dengan kalimat romantisnya.

Keempat, pengaruh latar belakang keluarga ketika kecil. Ada pula emak-emak yang sering ngomel, karena karakter dasar yang membentuk kebiasaan masa kecilnya. Misalnya, mereka yang dibesarkan dengan disiplin militer yang keras. Akan tumbuh besar dengan kepribadian kaku dan keras. Ada kecendrungan orang tua semacam ini akan berpengaruh terhadap pola asuh kepada anak-anaknya.

Solusinya adalah, berdamailah dengan masa lalu. Lupakan pola asuh yang bisa memicu emak-emak mengomel terus. Berkumpulah dengan orang-orang shalih, Insya Allah akan banyak yang mengingatkan kita tentang pola asuh yang salah.

Kelima, karakter dasar suku bangsanya. Selain itu, karakter kasar bisa terbentuk oleh lingkungan. Terpengaruh oleh adat budaya masyarakatnya yang kasar. Beberapa suku bangsa di Indonesia, memiliki budaya hidup yang lebih keras dibanding suku yang lain. 

Penyebabnya bisa jadi karena tantangan hidup yang dihadapinya. Karakter dasar yang keras, kasar dan emosional tersebut bisa jadi akan merusak pola pendidikan anak. So, sebaiknya merenung, melakukan instropeksi, dan mampu merubah karakter kasar yang merugikan tadi, sebelum menularkannya kepada anak-anak yang harus kita jaga karakternya.

Islam pun sudah memberikan beberapa patokan pergaulan hidup yang beradab. jika semua dipenuhi, maka Insya Allah bisa mengalahkan pengaruh adat budaya yang negatif tadi. 

Beberapa aturan telah diajarkan Islam, seperti larangan mengeraskan suara kepada orang yang lebih tua, larangan bagi wanita untuk melengkingkan suara. Bahkan ada anjuran untuk berwudhu jika marah tiba. Semua sudah tertera di dalam ajaran agama Islam tercinta. 

"…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan" [Ali Imran: 134] 

Dari Abu Hurairah ra bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhari]

Opini ini terinspirasi karena membaca beberapa ebook keren. Ebook yang paling lengkap tentang parenting dan pengetahuan. Terutama aku sebagai emak-emak pemula yang butuh suntikan ilmu setiap saat. Jika tidak pintar mencari solusi, bisa jadi ngomel-ngomel terus sepanjang hari. Alhamdulillah, ada suami dan orang-orang yang luar biasa dalam hidup ini. Jadi bisa terhindar dari masalah yang satu ini.